Kembali Pulang Kepada Masyarakat

​Innalillahi wainna ilaihi rojiuun…

Telah berlaku kematian dalam keluarga tetangga terdekat saya disini petang semalam. Seorang anak muda yang berpotensi untuk menyumbang kepada masyarakat telah kembali kepada Penciptanya. 

Dan, pesanan Kembali Pulang Kepada Masyarakat yang pernah saya baca sebelum ini, sangat mengesankan justeru mengingatkan akan tanggungjawab sesama tetangga disini. Juga bagaimana sekiranya berlaku situasi seperti ini dalam keluarga kita, siapakah yang kita harapkan menghulur keprihatinan, masa dan bantuan jika bukan tetangga terdekat sementara menanti ahli keluarga lainnya tiba.

Semoga almarhum Shahfirul Azwan Dato’ Rahim ditempatkan dikalangan mereka yg beriman dan beramal soleh. 

Jenazah sedang dalam perjalanan ke Kuala Lumpur dari UUM Sintok. Semoga dipermudahkan urusan beliau hari ini. 29 Disember, 2016.

Al-Fatihah.

Buat sekalian sahabatku yang dikenali dan mengenali… ASSALAMUAALAIKUM WBT. Selamat pagi & selamat memulakan hari. 💖

======
KEMBALI PULANG KEPADA MASYARAKAT

Berapa banyak yang membesar di kampus, tapi mengecil di masyarakat. Menjadi jagoan di kampus, menjadi sandera di masyarakat. Kampus itu tempat berlatih, masyarakat medan tempurnya. Jangan terbalik. Anda aktivis? Pecinta Alam? Tanyakan pada dirimu: Jadi apa di masyarakat?

Ukuran kontribusi tidak selalu dimulai dari hal-hal besar. Tapi bisa jadi hal sederhana dan mendasar. Anda senior di lembaga da’wah kampus? Tanyakanlah : Seberapa kenal dengan para jama’ah di mushola/masjid rukun tetangga?

Anda sekretaris, Aktivis organisasi atau jagoan bikin event di kampus. Coba ingat-ingat : Pernahkah membuat proposal untuk acara Rukun Tetangga?

Punya follower di twitter? Yes. Bagaimana follower di masyarakat? , Banyak kenalan di kampus? Yes. Bagaimana dengan para tetangga ?

Jadi karyawan di perusahaan besar ? Jadi manager ? Senior manager ? Kalau di masyarakat jadi apa?

Bagus saat memimpin rapat? Baik saat berargumen? Jago presentasi? Yes. Tapi apa pernah mimipin rapat Rukun Tetangga.

Mari berjanji untuk lebih mengenal para tetangga. Lebih aktif di masyarakat. Lebih akrab. Lebih dekat dengan orang orang di sekitar kita.

Berjanjilah, jika kau adalah aktivis mahasiswa/karyawan perusahaan besar. Yang hanya pulang sebulan sekali atau pulang selalu larut malam. Jadikanlah keberadaanmu di rumah adalah cahaya bagi masyarakat. Sesampainya kau di rumah, keluarlah. Berbaurlah. Kunjungi keramaian. Tegur sapalah. Bertanyalah. Bergabunglah. Turut serta.

Kehadiran kita yang sesaat bisa jadi berharga bagi tetangga dan masyarakat. Kesertaanmu yang sebentar bisa jadi penuh makna bagi mereka.

Orang-orang besar, dimanapun tetap berperan besar. Orang-orang kecil, berperan hanya sewaktu-waktu. Orang luar biasa, turut serta, mengambil peran dan berkontribusi dalam situasi dan kondisi luar biasa.

Pengangguran yang sibuk dan peduli dengan tetangga lebih baik daripada trainer, motivator, penulis, jagoan twitter yg sibuk dengan diri sendiri.

Jangan salah, aktivis karang taruna lebih disayangi tetangga dibanding aktivis kampus.

Lulusan sekolah dasar yang aktif di kegiatan masyarakatnya, lebih berarti dari lulusan sarjana yang hanya sibuk ikutan kompetisi karya tulis.

Mari, masih tersisa banyak waktu untuk KEMBALI PULANG ke masyarakat, ke rumah mu yang sesungguhnya. Saat kau melakukan itu, saat itu kita memahami makna dasar kepemimpinan. Semua bermula dari sini, dari titik terkecil.

Sumber: Inspirator Indonesia (Dea tantyo)

#notadhuhackNorm #selfreminder #bacaanpagi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s